Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi calon mahasiswa penerima Beasiswa Tangerang Gemilang Tahun 2025. Acara ini merupakan bagian dari program Beasiswa Pendidikan Tinggi yang digagas oleh pemerintah daerah. Pembekalan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 07 Agustus 2025, bertempat di Lemo Hotel Serpong, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan arahan dan dukungan kepada para calon mahasiswa yang akan menerima beasiswa. Daftar undangan mencakup sejumlah nama penting dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Di antaranya adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Acara ini dibuka oleh Asisten Daerah (ASDA) 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kab Tangerang serta sambutan dari perwakilan anggota DPRD Kabupaten Tangerang. Selain dari unsur pemerintahan, perwakilan dari institusi pendidikan juga diundang dalam acara ini. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa diwakili oleh Nurrochmah selaku ketua tim pokja Kerjasama, Zakky BM selaku tim Kerjasama dan Rizky Agustina selaku pengelola beasiswa dari tim pokja Kemahasiswaan. Ketiganya merupakan bagian dari Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama (BAKK) yang bertugas untuk memberikan pengarahan serta pengenalan profil dan lingkungan kampus Untirta bagi para penerima beasiswa. Selain Untirta, hadir juga dari tim pengelola Beasiswa Utusan Daerah (BUD) IPB University, dan juga tim rektorat Swiss German University. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan dukungan dalam pelaksanaan program beasiswa ini. “Beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tapi investasi untuk masa depan daerah. Kami ingin para penerima memiliki kompetensi dan daya saing global,” ungkap perwakilan Pemkab Tangerang. Keterlibatan lintas sektor ini, akan memastikan program berjalan efektif, mulai dari perencanaan, pengelolaan dana, hingga pendampingan akademik. “Sinergi ini kunci. Pemerintah, kampus, dan masyarakat harus berjalan bersama. Kami percaya, pendidikan adalah tiket menuju masa depan yang gemilang.”
Baca SelengkapnyaKementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk memperkuat kolaborasi yang berdampak di bidang pendidikan, sains, dan teknologi. Rakor ini bertujuan untuk mendorong pola pikir kerja sama yang benar-benar memberikan dampak, bukan sekadar administrasi, antara institusi pendidikan tinggi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), industri, dan organisasi lainnya.Untirta selaku Perguruan Tinggi Negeri di Banten hadir langsung di Gedung D lantai 2 Kemendiktisaintek, Jakarta dan diwakili langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Prof. Alfirano, ST., MT., Ph.D. dan Ketua Pokja Kerjasama, Nurrochmah, ST., M.Pd. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menegaskan bahwa Rakor ini merupakan wujud dari visi "Diktisaintek Berdampak" dan berfungsi sebagai platform untuk mengembangkan bentuk-bentuk kerja sama mandiri, memberikan pandangan komprehensif tentang peluang kolaborasi kepada para peserta. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mendorong peran kerja sama perguruan tinggi untuk mengimplementasikan Kampus Berdampak, serta sebagai ajang pertukaran lesson learned dan best practices kinerja kerja sama perguruan tinggi. Tema yang diusung adalah "Kerja Sama Berdampak dalam Mendukung Asta Cita". Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah sosialisasi Anugerah Kerja Sama Diktisaintek Tahun 2025. Melalui Rakor ini, Kemdiktisaintek berharap dapat mendorong ekosistem kerja sama yang lebih strategis, berdampak, dan berjangka panjang. Diharapkan bahwa kolaborasi lintas sektor ini akan memperkuat program pendidikan tinggi dan penelitian, serta membuka jalan yang lebih luas bagi inovasi untuk memajukan bangsa. Selain itu Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia telah menerbitkan "Buku Panduan Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2025". Panduan ini bertujuan untuk mendorong peran kerja sama perguruan tinggi dalam implementasi Diktisaintek Berdampak dan pencapaian Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi. Selain itu, anugerah ini juga bertujuan menumbuhkan semangat kompetisi positif di lingkungan kerja sama PTN, PTS, dan LLDikti. Manfaat dari anugerah ini meliputi penguatan unit kerja sama di PTN, PTS, dan LLDikti, memperkenalkan institusi dan program kerja sama, serta memiliki pemahaman kerja sama yang sama baik nasional maupun internasional. Tema yang diusung untuk anugerah ini adalah "DIKTISAINTEK BERDAMPAK DALAM MENDUKUNG ASTA CITA", yang mencakup Asta Cita 2 (pertahanan keamanan, kemandirian bangsa), Asta Cita 4 (pembangunan SDM, sains, teknologi, dan pendidikan), serta Asta Cita 5 (hilirisasi dan industrialisasi). Kategori lomba dibagi menjadi Perguruan Tinggi (Kerja Sama Internasional Terbaik, Kerja Sama Industri Terbaik, Kerja Sama Pemerintah/Lembaga Swadaya Masyarakat Terbaik, Pengelolaan Laporan Kerja Sama (LAPORKERMA Terbaik), LLDIKTI (Penguatan/Fasilitasi Kerja Sama Terbaik), dan Industri (Industri Bekerja Sama dengan Perguruan Tinggi Terbaik). Peserta dapat berasal dari Universitas dan Institut Negeri (Badan Hukum, Badan Layanan Umum, Satuan Kerja), Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi.
Baca SelengkapnyaDalam rangka Hari Pustakawan Nasional, UPA Perpustakaan Untirta menggelar ‘Seminar Tantangan dan peluang profesi Pustakawan di Era Disrupsi dan Penandatanganan Kerja sama’ yang dilaksanakan di Ruang Multimedia, Kampus Untirta, Sindangsari, Kabupaten Serang, Senin (7/7/2025). Hadir dalam kegiatan ini Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten Usman Asshiddiqi Qohara, Kepala UPA Perpustakaan Untirta Dr. Firman Hadiansyah, M.Hum., dan para pustakawan. Menurut Firman, UPA Perpustakaan Untirta selalu berusaha memberikan pelayanan yang dari waktu ke waktu kualitasnya terus dikembangkan. ‘Proses pelayanan kami lakukan adalah lebih dari 30 ribu orang dan kami harus berusaha semaksimal mungkin akan memberikan pelayanan dan berkerja sama berbagai lapisan agar tingkat kegemaran membaca atau indeks kegemaran membaca di Banten itu bisa meningkat. Bukan hanya tugas DPK Banten saja melainkan juga harus menjadi kewajiban bagi semua lembaga yang terkait,” ujarnya. Menurut Usman, para pustakawan sudah menjadi elemen paling penting dalam lingkup perpustakaan. Namun, dalam memajukan perpustakaan harus dilakukan bersama sama dalam menjalaninya. “Sebagaimana kita ketahui bersama, dengan semangat yang sama, untuk memajukan perpustakaan bukan hanya sekadar baca tulis melainkan juga soal kecerdasan dan pemberdayaan,” ujarnya. Prof. Fatah mengungkapkan bahwa Untirta sudah melakukan perbaikan dan implementasi dalam memajukan literasi baik di Untirta maupun dalam jangkauan yang lebih luas di masyarakat. “Perayaan ini akan memajukan literasi kita khususnya di provinsi Banten dan Untirta. Kita sudah berkomitmen berkolaborasi meningkatkan kapasitas dan kualitas bacaan. Khususnya yang ada di Untirta baik text book maupun digital, baik jurnal, buku ajar maupun text book lain yang digerakkan oleh akademisi di Untirta dan itu bisa diakses,” ungkapnya. “Perpustakaan Untirta melalui ide dari Pak Firman ini sudah menyiapkan lounge, yang kualitasnya jauh lebih bagus. Jadi betul pustakawan bukan hanya menyiapkan fasilitas bacaan tapi juga memberikan kesadaran soal peningkatan literasi bukan hanya buat akademisi kampus melainkan juga untuk masyarakat seperti yang sudah kita siapkan kampung literasi di sekitar kawasan kampus yang kita bina,” imbuhnya.
Baca SelengkapnyaPerkuat Sinergi antara Civitas Akademik dan Instansi Pemerintah, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa selaku kampus negeri terbesar di Banten, terus berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak termasuk instansi pemerintah baik di regional maupun nasional. Untirta yang diwakili oleh Rektor-nya, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, ST., MT., dan juga Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Prof. Alfirano, ST., MT., Ph.D., hadir langsung dalam acara Launching Program 100 Hari Wali kota dan Wakil Wali Kota Cilegon yang diselenggarakan pada Jumat pagi, 23 Mei 2025 ini di halaman kantor Wali Kota Cilegon. Selain pimpinan Untirta, pimpinan kampus lainnya seperti Universitas Al-Khairiyah, Universitas Mangkuwyata, Politeknik Pelayaran Banten, Politeknik Industri Petrokimia Banten, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten, dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran juga hadir untuk penandatanganan Nota Kesepahaman di event ini. Para stake holder dari pimpinan perusahaan industri di kawasan Cilegon, pimpinan Bank, unsur pimpinan perangkat daerah, unsur Kepolisian, Kejaksaan, TNI hingga DPRD Kota Cilegon juga hadir sebagai tamu undangan Wali kota, Robinsar dan Wakilnya, Fajar Hadi Prabowo. “Hari ini memang dalam rangka penyampaian realisasi program dan launching program yang sudah kami lakukan. Seperti Beasiswa Cilegon Juare dan Tim Sapu Bersih di 43 kelurahan,” ujar Wali kota Cilegon, Robinsar. Menurutnya, sinergi pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam janji politiknya. Ia berkomitmen terus akan memberikan Beasiswa untuk warga Cilegon yang melanjutkan kuliah di Untirta dan kampus-kampus lainnya di Banten. Beasiswa ini sendiri sudah digagas sedari Wali kota periode sebelumnya dan akan terur berlanjut dan menargetkan lulusan terserap kerja di perusahaan industri wilayah Cilegon. Selain komitmen pemberian Beasiswa Cilegon Juare, deretan kegiatan lainnya yang di launchin hari ini antara lain; Cilegon Super Apps, Team Sapu Bersih, UMKM Naik Kelas Dana Bergulir, Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Cilegon (Sipeci), Pemberian Kotak Sampah Dari PT. KBS Dan Bank Bjb dan Pemberian 75 Paket Paket Pelatihan Berbasis Lingkungan Dari Link Productive.
Baca SelengkapnyaFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa kembali menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan zaman melalui penandatanganan perjanjian kerja sama strategis dengan Phincon Academy. Acara penandatanganan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2025 bertempat di Ruang Rapat Dekanat FKIP. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam transformasi pendidikan di lingkungan FKIP Untirta, khususnya dalam peningkatan literasi digital, penguatan kompetensi mahasiswa, serta keterlibatan aktif industri dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Dekan FKIP Untirta Dr. H. Fadlullah M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini tidak hanya akan memberikan akses pelatihan dan sertifikasi digital bagi mahasiswa, tetapi juga menjadikan Phincon Academy sebagai mitra strategis dalam pengembangan kurikulum Sekolah Jawara Indonesia 2025, sebuah inisiatif unggulan dari FKIP Untirta untuk membentuk pendidik masa depan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global. “Kami menyambut baik keterlibatan Phincon Academy dalam proses perumusan kurikulum Sekolah Jawara Indonesia 2025. Kehadiran mitra industri sangat penting untuk memastikan bahwa mata kuliah seperti Teknologi dan Transformasi Digital serta ICT for Education benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi terkini,”. Sementara itu, Vice President Phincon Academy, Bapak Prast menyampaikan antusiasme tinggi atas kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa Phincon Academy siap memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan praktis, sertifikasi, hingga pemetaan kompetensi digital yang dibutuhkan oleh tenaga pendidik masa depan. “Kami percaya bahwa dunia pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan institusi seperti FKIP Untirta adalah langkah penting untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Kami bangga bisa turut andil dalam pengembangan kurikulum Sekolah Jawara Indonesia 2025. Adapun ruang lingkup kerja sama antara FKIP Untirta dan Phincon Academy meliputi: 1. Pelatihan dan sertifikasi digital skills termasuk AI untuk mahasiswa dan dosen 2. Program magang industri di Phincon dan anak perusahaannya 3. Pengembangan kurikulum adaptif, terutama untuk mata kuliah Teknologi dan Transformasi Digital serta ICT 4. Kolaborasi riset dan pengembangan media pembelajaran digital 5. Penyelenggaraan seminar, lokakarya, dan forum berbasis praktik industri Dengan adanya kerja sama ini, FKIP Untirta berharap dapat memperluas cakupan kolaborasi strategis yang berdampak langsung pada kualitas lulusan serta menjadikan kampus sebagai pusat pembelajaran inovatif berbasis digital. “Di akhir Dekan FKIP Untirta menyampaikan Kerja sama ini bukan hanya seremonial, tetapi merupakan upaya konkret untuk menghadirkan pendidikan yang kontekstual, aplikatif, dan siap menghadapi masa depan”.
Baca SelengkapnyaBank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) telah mengembangkan kanal pembayaran digital ‘Quick Response Code Indonesian Standard’ (QRIS) yang telah diterima secara luas oleh berbagai lapisan masyarakat. Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang menerapkan transaksi pembayaran digital QRIS, dimana kanal QRIS dapat memberikan banyak manfaat pada sektor pendidikan, antara lain efisiensi, transparansi, akuntabilitas dan kemudahan transaksi serta dapat meningkatkan citra dan daya saing. Untirta menjadi salah satu mitra dalam pengembangan QRIS di sektor pendidikan ini.Sinergi ini direspons positif oleh Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., dengan melakukan langsung Penandatanganan MoU didampingi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, S.T., M.T., IPU., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Prof. Alfirano, S.T., M.T., Ph.D., dengan pihak BI yang dihadiri langsung oleh Ameriza M Moesa (Kepala Perwakilan BI Banten), Rawindra Ardiansah (Deputi Kepala Perwakilan BI Banten), Juhari (Kepala Tim), dan Claudia Hapsari (Asisten Analis). Penandatanganan kontrak dilakukan di Ruang Rektor Untirta, Gedung Rektorat, Kampus Untirta, Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Rabu, 21 Mei 2025. Atas dasar kerja sama ini BI dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) siap menyukseskan beberapa program positif di antaranya: 1. Perluasan digitalisasi transaksi pembayaran di area kampus. 2. Sinergi program sosialisasi dan edukasi digitalisasi transaksi pembayaran kepada mahasiswa. 3. Sinergi program pembentukan KKN tematik digitalisasi transaksi. 4. Pembinaan digitalisasi pembayaran UMKM. Ameriza menuturkan, BI ingin memperluas ekosistem digital dengan melakukan pengembangan nontunai salah satunya adalah dengan melakukan program pelatihan yang sudah dirancang secermat mungkin. “Kita berkolaborasi soal edukasi untuk program pelatihan dan kami ingin mahasiswa-mahasiswa di Untirta jadi agen untuk pejuang-pejuang QRIS. Kemudian kami juga ingin mengimplementasikan soal pembayaran digital yang harapannya potensi-potensi ekonomi bisa berkembang,” tuturnya. Sementara Prof. Fatah mengatakan, di era digital ini Untirta mendukung kebijakan BI terkait dengan pengembangan pembayaran digital. “Kita sudah mulai pembayaran QRIS di kantin dan kita akan menyosialisasikan kepada setiap perangkat desa salah satunya melalui KKM tematik ini sehingga QRIS ini penggunaannya semakin masif di masyarakat,” kata Prof. Fatah. Penulis: Hilman, Angga Humas Foto: Hilman
Baca Selengkapnya