Jatinangor, 8 Desember 2025. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Pembinaan Pendirian dan Penyelenggaraan tujuh Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Untirta. Penandatanganan dilaksanakan pada Senin, 8 Desember 2025 di Ruang Rapat Livin, Gedung Rektorat Lantai 2 Kampus Unpad Jatinangor. Adapun tujuh Program Studi Dokter Spesialis yang dibina melalui kerja sama ini meliputi: Ilmu Kesehatan Anak, Anestesi dan Terapi Intensif, Ilmu Bedah, Ilmu Penyakit Dalam, Obstetri dan Ginekologi, Orthopaedi dan Traumatologi serta Radiologi Dari Untirta hadir: * Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, ST., MT – Rektor Untirta * Dr. dr. Omat Rachmat, Sp.OT(K)Spine – Dekan FKIK Untirta * dr. I Made Arya S, M.Biomed., Sp.OG – Wakil Dekan Bidang Akademik FKIK * Dr. dr. Ilma Fiddiyanti, Sp. Rad(K). – Ketua Medical Education Unit FKIK * Okti Rachmawati, S.Si., M.Si – Ketua Pokja Kerja Sama Sementara dari Unpad hadir: * Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Sp.M(K), M.Kes, Ph.D. – Rektor Unpad * Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, S.Psi., MOP., Ph.D. – Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan * Prof. Dr. Aliya Nur Hasanah, S.Si., Apt., M.Si – Direktur Akademik * Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana Hidayat, Sp.OG(K) – Dekan FK Unpad * dr. Irvan Afriandi, Grad.Dipl.OEH., MPH., Dr.PH. – Wakil Dekan Bidang SDM dan Organisasi * Dr. dr. Agung Dinasti Permana, M.Kes., SpTHT-KL. – Manajer Riset, Inovasi, dan Kemitraan Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menyampaikan bahwa Unpad merasa terhormat dapat menjadi mitra Untirta dalam pengembangan pendidikan kedokteran. “Dengan meningkatnya kebutuhan dokter di Indonesia, kerja sama ini sangat penting dan strategis untuk memastikan ketersediaan dokter spesialis secara nasional. Kami senang bermitra dengan Untirta untuk membangun ketahanan nasional tenaga kesehatan,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa Unpad berkomitmen proaktif dalam membantu pembentukan dan pembinaan program studi kedokteran di berbagai daerah. Unpad berharap sinergi dengan Untirta akan terus berlanjut. “Semoga kualitas dapat terus dijaga, dan kerja sama dapat diperluas pada bidang lain demi kemajuan pendidikan di Indonesia,” ujarnya. Rektor Untirta, Prof. Fatah Sulaiman, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas sambutan penuh persaudaraan dari Unpad. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan hubungan kekeluargaan yang telah terbangun sejak pendirian FKIK Untirta, di mana Unpad turut berperan aktif. “Mandat dari Kementerian sangat jelas, yaitu percepatan penyediaan dokter, khususnya dokter spesialis di Provinsi Banten. Kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan sangat tinggi dan menjadi bagian dari grand design pembangunan kesehatan di Provinsi Banten menjadi landasan kuat kerja sama ini,” ujarnya. Prof. Fatah juga menegaskan komitmen Untirta untuk memperkuat jejaring rumah sakit daerah serta merintis Rumah Sakit Pendidikan yang telah tercantum dalam Bluebook Bappenas. Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten semakin memperkokoh keseriusan Untirta dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih atas pendampingan Unpad untuk bersama melaksanakan mandat besar ini,” tambahnya. Penandatanganan MoU dan PKS ini menjadi langkah strategis bagi FKIK Untirta dalam memperkuat kapasitas penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pembentukan Program Studi Dokter Spesialis serta meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Kerja sama Untirta–Unpad sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional melalui peningkatan kualitas dan ketersediaan sumber daya manusia kesehatan.
Baca SelengkapnyaSerang – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terkait tata kelola infrastruktur, pemanfaatan energi, inovasi pemeringkatan, publikasi ilmiah, dan pengembangan Green Campus. Kegiatan berlangsung di Ruang Multimedia Gedung Rektorat Untirta pada 3 Desember 2025. Rombongan Unesa dipimpin oleh Direktur Inovasi, Pemeringkatan dan Publikasi Ilmiah, Prof. Nadi Suprapto, yang menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan mempelajari praktik terbaik pengembangan Green Campus, khususnya karena Untirta konsisten berada pada peringkat 20 besar nasional UI GreenMetric. Ia menegaskan bahwa Unesa tengah memperkuat penerapan indikator lingkungan seperti energi terbarukan, pengelolaan air, sampah, transportasi, dan pendidikan berkelanjutan sehingga benchmarking ke Untirta menjadi langkah strategis. Mewakili Rektor Untirta, Dr. Muhammad Iman Santoso selaku Sekretaris LPPM menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen Untirta dalam berbagi pengalaman tata kelola Smart & Green Integrated Campus. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal kolaborasi jangka panjang dalam peningkatan tata kelola perguruan tinggi dan praktik keberlanjutan. Pada sesi pemaparan, Prof. Suroso Mukti Leksono memaparkan arah pengembangan Untirta sebagai Sustainability University. Ia menjelaskan bahwa seluruh aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian diarahkan pada implementasi Smart, Integrated, and Green Campus yang sejalan dengan nilai JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel). Prof. Suroso juga menyoroti berbagai pencapaian Untirta, seperti pemanfaatan panel surya di lima gedung utama, pengelolaan air melalui Water Treatment Plant (WTP), pengembangan air minum berbasis embung, hingga riset-riset inovatif terkait limbah elektronik dan baterai bekas. Melengkapi diskusi, Dr. Heri Heryanto turut menyampaikan pemaparan teknis terkait strategi dan tips tim Untirta dalam menyusun dan menyiapkan laporan UI GreenMetric. Ia menjelaskan pentingnya konsistensi pengumpulan data lintas unit, ketepatan dokumentasi, sinkronisasi antara narasi dan bukti pendukung, serta pemetaan capaian indikator berdasarkan kondisi real di lapangan. Heri menekankan bahwa kunci keberhasilan laporan Untirta adalah kolaborasi antarunit, pembaruan data yang dilakukan secara berkala, serta pemanfaatan sistem monitoring internal untuk memastikan seluruh parameter terukur dan terdokumentasi dengan baik. Pendekatan ini disebutnya berperan besar dalam menjaga stabilitas peringkat Untirta di UI GreenMetric di 20 besar nasional. Kegiatan benchmarking ditutup dengan diskusi teknis serta kunjungan lapangan ke beberapa fasilitas energi terbarukan dan laboratorium terpadu Untirta. Kedua universitas menyatakan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dalam inovasi, pemeringkatan, serta pengembangan kampus hijau yang berkelanjutan.
Baca SelengkapnyaSerang, 2 Desember 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) resmi membuka rangkaian kegiatan Student Mobility bersama Fakultas Ekologi Manusia, Universitas Putra Malaysia (UPM). Acara pembukaan digelar di Auditorium Faperta Lt. 4 dan turut dihadiri oleh Pimpinan Fakultas Pertanian Untirta diantaranya Wakil Dekan I Dr. Aliudin, S.P., M.P., Wakil Dekan II Dr. Asih Mulyaningsih, S.P., M.Si., Wakil Dekan III Tubagus Bahtiar Rusbana, S.TP., M.Si., Ph.D, dan Pimpinan Fakultas Ekologi Manusia UPM Prof. Madya Dr. Elistina Binti Abu Bakar selaku Deputy Dean (Academic & International) dan jajarannya serta dosen-dosen Agribisnis Faperta Untirta dan 22 mahasiswa peserta program serta Liaison Officer (LO) dari mahasiswa Agribisnis Faperta Untirta. Dalam sambutannya, Dr. Aliudin, S.P., M.P., Wakil Dekan I Faperta Untirta yang mewakili Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ririn Irnawati, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat kepada para mahasiswa UPM yang hadir. Ia menekankan bahwa program ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring akademik lintas negara sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pengembangan keilmuan dan masyarakat. Kolaborasi ini turut diapresiasi oleh Prof. Madya Dr. Elistina Binti Abu Bakar selaku Deputi Dean (Academic & International) Fakultas Ekologi Manusia UPM yang menegaskan bahwa student mobility merupakan bentuk implementasi nyata kerja sama antara kedua universitas. Ia berharap kemitraan ini tidak berhenti pada kegiatan pertukaran mahasiswa saja, melainkan berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang. Sementara itu, H. Johan Setiawan, S.P., M.Si, Ketua Jurusan Agribisnis Untirta dalam sambutannya menambahkan bahwa program ini bukan sekadar pertukaran ilmu, namun juga pertukaran budaya dan pemahaman lintas negara. Menurutnya, interaksi langsung antar mahasiswa menjadi sarana penting dalam memperkaya perspektif global para peserta. Selama 14 hari berada di Untirta, para mahasiswa UPM akan mengikuti berbagai aktivitas akademik, praktik lapangan dan pengenalan budaya lokal. Program ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai isu-isu pertanian di Indonesia sekaligus membangun jejaring internasional yang berkelanjutan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Fakultas Pertanian Untirta melalui Prodi Agribisnis menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi internasional dan menghadirkan pengalaman belajar yang kaya serta relevan bagi mahasiswa, baik dari dalam maupun luar negeri.
Baca SelengkapnyaPada tanggal 22 November, Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, ST., MT mengikuti Konferensi Pengembangan Berkualitas Tinggi Integrasi Industri Pendidikan Kehutanan Tiongkok-ASEAN-Pendidikan telah sukses diselenggarakan di Nanning. Konferensi ini, yang merupakan acara sampingan dari Kongres Kehutanan Dunia 2025, berfokus pada pendidikan kehutanan sebagai penghubung dan integrasi industri-pendidikan sebagai jalurnya. Konferensi ini bertujuan untuk mempertemukan para profesional kehutanan, pakar pendidikan, dan elit industri dari Tiongkok dan negara-negara ASEAN guna mendorong pertukaran dan kerja sama dalam integrasi industri pendidikan kehutanan-pendidikan, meningkatkan kualitas pelatihan talenta kehutanan, dan mendorong pembangunan industri kehutanan yang berkualitas tinggi. Rektor Untirta dalam kesempatan tersebut mengatakan konferensi ini sangat penting, “kita banyak belajar inovasi di sini, salah satunya dalam hal green dan smart city”, ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa beberapa pengembangan teknologi terapan menjadi sumber inspirasi yang segera akan kita implementasikan di kampus Untirta”, ujarnya. Ia menegaskan bahwa Untirta berkomitmen sesuai dengan visi yang telah dicanangkan yaitu menjadi healthy, integrated, smart and green kampus, sungguh hal yang sangat sesuai dengan hasil dari kunjungan ini nyang berorientasi pada smart dan green dengan memanfaatkan perkembangan teknologi secara adaptif dan presisi. Konferensi ini diselenggarakan oleh Komunitas Integrasi Industri-Pendidikan Kehutanan Nasional dan Kelompok Pendidikan Kejuruan Kehutanan Modern Tiongkok (Selatan), dan diselenggarakan bersama oleh Sekolah Tinggi Kejuruan dan Teknik Ekologi Guangxi dan Kelompok Kehutanan Guangxi. Para peserta antara lain Thuch Phalla, Wakil Direktur Departemen Industri Kehutanan dan Kerja Sama Internasional, Biro Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Kamboja; Peng Xiaoguo, mantan anggota Komite Partai, Kementerian Penanggulangan Darurat Tiongkok, mantan Wakil Direktur Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional, dan Ketua Asosiasi Pendidikan Kehutanan Tiongkok; pejabat pemerintah dari negara-negara ASEAN; perwakilan dari perguruan tinggi dan universitas terkait kehutanan; perwakilan dari perkumpulan, perusahaan, dan perguruan tinggi terkait pendidikan kehutanan dalam negeri; serta para pemimpin terkait dari Biro Kehutanan Daerah Otonomi Guangxi Zhuang. Pertemuan dipimpin oleh Wei Lin, Presiden Sekolah Tinggi Kejuruan dan Teknik Ekologi Guangxi. Chen Jiyong, Wakil Manajer Umum Guangxi Forestry Group, Jiang Yinghong, Inspektur Tingkat Dua Biro Kehutanan Guangxi, Liu Yao, Sekretaris Jenderal Eksekutif Asosiasi Pendidikan Kehutanan Tiongkok, Yudil Chatim, Konselor Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Indonesia di Tiongkok, dan Phimmasen Khounsilivon, Direktur Departemen Pertanian dan Lingkungan Hidup Provinsi Oudomxay, Laos, menyampaikan sambutan pembukaan. Konferensi ini mencakup upacara peresmian dan penandatanganan Pangkalan Promosi Aplikasi Peralatan Kehutanan Cerdas Tiongkok-ASEAN dan Pangkalan Pelatihan Teknologi Kehutanan Modern Tiongkok-ASEAN. Dipimpin oleh Sekolah Tinggi Kejuruan dan Teknik Ekologi Guangxi, pangkalan ini telah berkolaborasi dengan negara-negara ASEAN dan Institut Teknologi Nasional Sriwijaya (ITSN) Indonesia serta Institut Teknologi Nasional Jakarta sejak didirikan, melatih 49 mahasiswa untuk proyek-proyek LiuGong. Ke depannya, pangkalan ini akan membangun platform baru untuk promosi teknologi, pelatihan talenta, dan pertukaran kerja sama guna mendorong pengembangan industri kehutanan yang terkoordinasi antara Tiongkok dan ASEAN, yang akan membantu meningkatkan kualitas dan efisiensi industri kehutanan regional. Konferensi bertema “Kecerdasan Buatan yang Memberdayakan Pembangunan Industri dan Integrasi Industri-Pendidikan Kehutanan” ini mengundang sembilan pakar untuk membahas pembangunan berkualitas tinggi dari tiga dimensi: batas-batas akademis, praktik kewirausahaan, dan eksplorasi universitas, yang bersama-sama mengeksplorasi jalur inovatif untuk pembangunan kehutanan berkualitas tinggi. Seminar ini dibagi menjadi tiga bagian: “Laporan Utama”, “Perspektif Perusahaan”, dan “Pengalaman Universitas”. Zhang Huaiqing, Wakil Direktur, Peneliti, dan Dosen Pembimbing Doktor Institut Informasi Sumber Daya, Akademi Kehutanan Tiongkok, menyampaikan laporan utama berjudul “Kehutanan Cerdas dan Aplikasi Inovatif Model Data Besar Linlong”. Beliau berfokus pada peluang dan tantangan pengembangan kehutanan cerdas, konstruksi data berkualitas tinggi yang terpusat dalam industri kehutanan dan padang rumput, penerapan Model Data Besar Linlong dalam industri kehutanan dan padang rumput, serta pengembangan kehutanan dan padang rumput berkualitas tinggi melalui kecerdasan buatan. Dari arsitektur algoritma hingga implementasi skenario, dari terobosan teknologi hingga pemberdayaan industri, beliau dengan jelas menguraikan jalur teknologi utama untuk pengembangan kehutanan cerdas, memberikan pengalaman akademis yang tak terlupakan bagi para peserta. Sebagai salah satu unit unggulan komunitas integrasi industri-pendidikan kehutanan nasional dan satu-satunya perguruan tinggi vokasi terkait kehutanan di Guangxi, Sekolah Tinggi Kejuruan dan Teknik Ekologi Guangxi senantiasa berakar pada tanah subur pendidikan kehutanan. Dengan misi “melayani konstruksi ekologis dan mengembangkan bakat-bakat teknis”, sekolah ini telah mendalami bidang ini selama lebih dari 60 tahun dan telah membangun tata letak profesional dengan “teknologi ekologis sebagai pemimpin, teknologi rekayasa sebagai badan utama, serta manajemen dan layanan sebagai dua sayapnya”. Pihak sekolah menyatakan bahwa pihaknya akan memanfaatkan konferensi pengembangan ini sebagai kesempatan untuk terus memanfaatkan keunggulan geografisnya, terus menggalakkan pertukaran dan kerja sama internasional, membangun hubungan kerja sama yang stabil dan jangka panjang dengan negara-negara ASEAN di bidang integrasi industri pendidikan kehutanan-pendidikan, dan melaksanakan pertukaran yang lebih mendalam di berbagai bidang seperti pelatihan bakat bersama, kerja sama proyek penelitian ilmiah, dan berbagi sumber daya industri, sehingga dapat menyumbangkan kekuatan pendidikan kejuruan untuk membangun komunitas Tiongkok-ASEAN yang lebih erat dengan masa depan bersama. Sumber : https://mp.weixin.qq.com/s/JHj4-5BwUwEeuKVBnLTR7w
Baca SelengkapnyaSerang, 14 November 2025 – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menjalin kerja sama dengan lima mitra strategis dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dan penguatan Tridharma Perguruan Tinggi untuk pemenuhan pembukaan Program Studi Kedokteran Hewan Untirta. Penandatanganan dilaksanakan di Ruang Multimedia Lantai 1 Gedung Rektorat Untirta, Kampus Sindangsari, dengan melibatkan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Dr. Ir. Agus M. Tauchid S., M.Si., Ketua PDHI Cabang Banten I drh. Ari Mardiana, M.AP., Kepala Rumah Sakit Hewan Banten drh. Novia Herwandi, MPH., Direktur PT So Good Food Manufacturing Ahmad Komara, serta Owner Ami Pet Shop Serang drh. Ami Kosriami Rahayu. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Untirta, yaitu Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Rusmana, Ir., M.P., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Prof. Ir. Alfirano, S.T., M.T., Ph.D., serta Ketua SPI Untirta, Prof. Dr. Rudi Zulfikar, SE., Ak., MM., M.Si., CACP., CA. Hadir pula para dekan di lingkungan Untirta, yaitu Dekan FKIK Dr. dr. Omat Rahmat, Sp.OT(K) Spine, Dekan FISIP Leo Agustino, Ph.D., Dekan FEB Prof. Dr. Tubagus Ismail, SE., MM., Ak., CA., CMA., Dekan FKIP Dr. H. Fadlullah, M.Si., serta Dekan FT Prof. Dr. Jayanudin, S.T., M.Eng. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis bagi Untirta dalam pemenuhan mitra praktik, kolaborasi penelitian, penguatan kurikulum, serta dukungan layanan pendidikan kedokteran hewan di Provinsi Banten. Kehadiran lima mitra strategis ini sekaligus memenuhi persyaratan pembukaan program studi sesuai regulasi nasional, serta memperkuat kesiapan FKIK Untirta dalam implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Dalam sambutannya, Kepala BAKK Untirta, TB. Bahtera Rohimudin, S.E., M.Si., menyampaikan dukungan penuh terhadap pembukaan Prodi Kedokteran Hewan. “Pada pagi hari ini akan ada penandatanganan PKS antara FKIK dengan beberapa mitra strategis. Mungkin ini Pak Omat pilihan yang tepat untuk Prodi Kedokteran Hewan, ini pilihan yang sangat bagus. Mudah-mudahan pembukaan program studi Kedokteran Hewan ini dilancarkan dan dimudahkan,” ujarnya. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dr. Ir. Agus M. Tauchid S., M.Si., menyampaikan apresiasi atas cepatnya respons Untirta dalam menjawab kebutuhan tenaga dokter hewan di Banten. Ia menuturkan bahwa koordinasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Untirta berlangsung sangat cepat dan efektif. “Rasa syukur saya pada hari ini ditakdirkan dalam sebuah rangkaian proses yang begitu cepat. Tidak cukup satu tahun sejak saya ditugaskan oleh Pak Gubernur untuk menyampaikan kepada Pak Rektor bahwa Banten krisis dokter hewan—defisit tenaga dokter hewan. Saat itu Pak Gubernur langsung merespons dan meminta saya segera menghubungi Pak Rektor karena kami telah memiliki MoU antara Gubernur dan Rektor Untirta. Kami bangga karena Pak Rektor langsung merespons. Inilah wujud bahwa Untirta hadir untuk Banten yang tercinta, merespons kebutuhan pelayanan di tingkat masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sektor peternakan merupakan pilar penting perekonomian daerah dan penopang kebutuhan pangan asal hewan. Sementara itu, Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., menegaskan komitmen universitas dalam mendukung penyediaan sumber daya manusia bidang kesehatan hewan. “Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Banten yang tadi telah disampaikan oleh Kepala Dinas, memberikan harapan besar terhadap output dan outcome dari hasil kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kami siap untuk mensukseskan salah satu kebutuhan SDM yang sangat mendesak untuk mendukung program pemerintah,” ujarnya. Rektor juga menyampaikan bahwa pembukaan Prodi Kedokteran Hewan selaras dengan prioritas pemerintah pusat. “Terkait dengan program makan bergizi gratis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo untuk bisa sustain, khususnya di Provinsi Banten, maka Fakultas Kedokteran Hewan akan segera kita proses izinnya. Seperti halnya janji kami untuk memproses tujuh program studi dokter spesialis, komitmen ini terus kami jalankan,” jelasnya. Pembukaan Program Studi Kedokteran Hewan Untirta diharapkan dapat menghadirkan tenaga profesional yang dibutuhkan daerah, memperkuat layanan kesehatan hewan, meningkatkan ketahanan pangan, serta mendorong kualitas produksi peternakan di Provinsi Banten. Dengan dukungan mitra industri, pemerintah, organisasi profesi, serta fasilitas kesehatan hewan, Untirta optimis menghadirkan program studi yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Baca SelengkapnyaUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman ( MoU) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk dan PT Krakatau Daya Tirta Pada tanggal 13-Oktober 2025 di Gedung Rektorat Ruang Multimedia Kampus Untirta Sindangsari Kab. Serang. Hadir pada acara ini Rektor Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, ST., MT., IPU., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Prof. Ir. Alfirano, MT., Ph.D., para Dekan Fakultas, Kepala BPKU dan BAKK, Kepala Lembaga dan Penelitian Kepada Masyarakat (LPPM) Prof. Dr. Meutia, S.E.,M.P. Kepala Pusat Pengelola Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami, dan jajaran, Direktur Utama PT Krakatu Daya Tirta Bunyamin Fauzi, dan jajaran, para Kepala UPA, KaPokja Kerja Sama dan KaPokja Humas. MoU kali ini dalam rangka Dies Natalis Untirta ke-44 tahun dan sekaligus mendukung Untirta untuk lebih maju dan berkembang. Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami mengapresiasi Untirta yang telah mempercayai Bank Banten semoga bisa memberikan kontribusi jasa layanan kedepan dalam bidang kerja sama yang solid. Busthami menuturkan kerja sama ini merupakan komitmen untuk menumbuhkembangkan dunia akademik. “Kami percaya bahwa dalam nota kesepahaman ini bukan hanya meningkatkan inovasi tata kelola keuangan di perguruan tinggi tetapi MoU ini juga merupakan jalan untuk memajukan transformasi digital di dunia akademik,” tuturnya. ”Kami yakin kedepan Insya Allah akan makin banyak sinergi dan kerja sama bisnis antara Bank Banten dan Untirta,”ujarnya. Sementara Prof. Fatah mengatakan, ini merupakan awal yang baik bagi Untirta dan Bank Banten karena ini merupakan terobosan baru. Ini komitmen dari keluarga besar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa untuk mendukung kinerja dan kepercayaan masyarakat Banten. “Untuk teknis kerja sama ini kita adakan beauty kontes dan melaporkannya ke Diktisaintek. Semoga ini akan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk memegang kepercayaan ini,” kata Prof. Fatah.
Baca Selengkapnya