Berita Terkini

Untirta-Unsam Teken Kerja Sama Soal Proses Menuju BLU 09 May 2023 Hilma

SERANG-Universitas Samudra (Unsam) kembali mengunjungi Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Sindangsari, Kabupaten Serang, Jumat (9/5/2023), dalam rangka penandatanganan nota kesepahaman kedua belah pihak. Nota kesepahaman ini adalah tindak lanjut Unsam yang tengah berproses untuk menjadi PTN BLU setelah sebelumnya hal ini disampaikan pihak Unsam ke Untirta tahun lalu (14/12/2022). Hadir dalam kegiatan ini Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T., dan jajaran yang disambut oleh Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., dan jajaran. Prof. Fatah dalam sambutannya menyampaikan, apa yang dilakukan oleh Unsam juga pernah terjadi di Untirta pada tahun 2012 yang pada awalnya Untirta berstatus Satuan Kerja (Satker). “Pada mulanya kita berpikir apakah bisa untuk menjadi BLU, tetapi ketika kita melakukan upaya-upaya kemajuan dan segala prosesnya ditempuh maka Untirta pun akhirnya menjadi BLU bahkan sekarang kita didorong dan akan menjadi PTNBH,” tuturnya. “Kita siapkan soft infrastrukturnya karena untuk persiapan fisik sudah ada untuk menuju ke PTNBH ini. Untuk hal yang perlu dilakukan oleh Unsam saat ini memang harus sharing informasi, dan dalam waktu dekat perlu konversi apa plus minus dan strategi yang perlu disiapkan menuju BLU ini,” kata Rektor Untirta. Sementara Prof. Hamdani menjelaskan, Untirta telah menjadi inspirasi Unsam untuk mewujudkan kampusnya berstatus BLU. Menurutnya, memang Untirta sudah melakukan akselerasi di berbagai bidang. “Hal ini akhirnya mendorong Unsam untuk ke Untirta. Sebab, di mana-mana, di berbagai pemberitaan dan penghargaan nama Untirta seringkali terdengar,” jelasnya. “Untuk kerja sama ini kami berharap nanti ada tim dari Untirta dan Unsam untuk terus berkoordinasi guna mewujudkan Unsam menjadi BLU di tahun 2024. Mungkin untuk yang lainnya kita berproses dan terima kasih atas penerimaannya untuk mendapatkan bimbingan dan arahannya dari Untirta,” imbuhnya.(HI/TMA/AAP/VDF)

Baca Selengkapnya
Untirta dan Detasemen Kesehatan Wilayah 03.04.04 Serang Kembali Teken MoU 28 Apr 2023 Hilma

SERANG-Universitas Sultan Ageng Tirtayasa atau Untirta melakukan penandatanganan MoU dengan Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) 03.04.04 Serang di Convention Hall, Kampus Untirta, Sindangsari, Kabupaten Serang, Jumat, 28 April 2023. Hadir dalam kegiatan ini Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. Fatah Sulaiman, S.T., M.T.; Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Sistem Informasi, Penguatan Kemitraan dan Layanan Industri Dr. H. Aceng Hasani, M.Pd.; Kabiro BAKP Untirta Tubagus Bahtera Rohimudin, S.E., M.Si; Koorpus, para wakil dekan di Fakultas Kedokteran Untirta, para koordinator dan subkoordinator. Sementara dari Denkesyah 03.04.04 Serang hadir Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah 03.04.04 Serang Letkol Ckm dr. Yugo Irianto, Sp. An., M.Kes., dan jajaran. Rektor Untirta menyambut baik kerja sama ini dan menjadi bagian dari kemajuan bersama karena Untirta pun tengah gencar dalam mengembangkan Fakultas Kedokterannya. “Fakultas Kedokteran Untirta memasuki angkatan kelima dan kita sudah melantik dokter muda untuk ditugaskan sebagai pendamping yang bertugas di RSUD Banten dan RSUD Cilegon atau rumah sakit lainnya,” ungkap Rektor. “Dengan MoU ini juga akan memberikan percepatan lebih dalam berbagai aspek kegiatan baik pada pengabdian masyarakat, riset maupun pendampingan magang bagi calon dokter kita. Ke depan kami ingin ada agenda guna mencanangkan kampus yang sehat, jadi ‘healthy smart and green’,” tambahnya. Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah 03.04.04 Serang Letkol Ckm dr. Yugo Irianto, Sp. An., M.Kes., mengatakan, hal ini merupakan langkah awal kerja sama di masa saat ini setelah sebelumnya juga pihaknya berkerja sama dengan Untirta pada tahun 2008 lalu. “Mudah-mudahan ini sebangai langkah awal suatu kerja sama yang baik untuk universitas maupun masyarakat Banten pada umumnya. Harapan kami ketika kegiatan ataupun kerja sama inu berjalan kita bisa saling berkontribusi yang baik. Paling tidak hubungan ini selalu kita jaga,” katanya.(HI/AAP/VDF)

Baca Selengkapnya
Pererat Kerja Sama Internasional, Michigan State University Kunjungi Untirta 30 Mar 2023 sekar

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyambut kunjungan dari Michigan State University (MSU) Amerika pada Kamis, (30/03/2023) di Gedung Rektorat Kampus Untirta Sindangsari dalam rangka pelaksanaan “Collaborative Insight Session” yang bertujuan untuk menggali potensi kerja sama di antara kedua perguruan tinggi melalui pemaparan profil, aktivitas akademik dan nonakademik, fasilitas, keunggulan, dan prestasi masing-masing perguruan tinggi. Tiga profesor delegasi MSU yang hadir di antaranya, yakni Dr. Samantha Caughlan, Dr. Nancy Roming, dan Dr. Alyssa Morley. Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, ST, MT menilai pertemuan ini sebagai bukti komitmen Untirta dan MSU dalam meningkatkan kualitas dan ketahanan pendidikan tinggi, baik di Amerika maupun Indonesia, serta intensi untuk mewujudkan keberlanjutan menurut perannya sebagai perguruan tinggi. “Your present here is more than just a valuable opportunity to strengthen our intention to collaborate, it is a leap for both of our institution to give more impact to the society. I strongly believe, through USAID with the hands of MSU, we can contribute further in the development of higher education,” ujar Rektor. Dr. Udi Samanhudi selaku Kepala Pusat Layanan Internasional (International Office) yang menginisiasi kegiatan menjelaskan bahwa pertemuan ini adalah langkah awal Untirta dalam upaya menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi peringkat ke-116 tingkat dunia tersebut. “Mereka ingin tahu Untirta kampusnya seperti apa, signature program-nya apa, research-nya di bidang apa. Jadi mereka punya gambaran mengenai prioritas kerja sama dengan Untirta ke depan,” terangnya. Udi mengatakan, inisiasi kerja sama ini diawali dengan partisipasi sembilan dosen Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untirta pada program beasiswa microcredential yang diselenggarakan oleh Dikti berupa pendidikan jangka pendek secara daring di MSU. “Karena pernah ada dosen-dosen Untirta yang berkuliah short course di MSU, pada saat ke Indonesia MSU memutuskan untuk ke Untirta,” ungkapnya. Dr. Alyssa Morley mengungkapkan bahwa pihaknya terkesan pada tujuan pendidikan dan orientasi penelitian Untirta, serta keterlibatan mahasiswa Untirta, sehingga bukanlah hal yang mustahil bagi Untirta untuk mengadakan kolaborasi dengan MSU. “We heard a lot of things today where we can say that there’s possible connection between Michigan State University and Untirta. I think now we have an opportunity to further those conversation. There are a lot of overlapse in certain things. I think that the purpose of education, the research orientation, and the way that students are engaged are very impressive aspect of the university. So I think there’s definitely interest to collaborate, but we’ll see in what form this collaboration will be taken,” ucapnya. Webinar, guest lecture, konferensi internasional, dan course series merupakan beberapa peluang kerja sama yang dicetuskan oleh Untirta pada pertemuan tersebut. Akan tetapi, Untirta perlu terlebih dahulu melalui sejumlah tahap, seperti screening dan diskusi lanjutan dengan MSU. Oleh karena itu, Pusat Layanan Internasional Untirta tengah berupaya menghimpun data potensi dan orientasi kerja sama dari tiap-tiap fakultas serta menyusun Letter of Intent sebagai komitmen awal dengan MSU. Turut hadir para Wakil Rektor, para dekan fakultas, direktur pascasarjana, wakil direktur pascasarjana, para wakil dekan, Koordinator Humas dan Kerja Sama, Subkoordinator Kerja Sama, Subkoordinator Pusat Layanan Internasional, dan para staf Pusat Layanan Internasional. (SAC/ AAP/ VDF)

Baca Selengkapnya
Dorong Peningkatan IKU 6, Kerja Sama Untirta Gelar Workshop Sikerma dan Persiapan IKU 6 16 Mar 2023 Sekar

SERANG – Subbagian Kerja Sama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyelenggarakan Workshop Sikerma dan Persiapan Indikator Kinerja Utama (IKU) 6 Tahun 2023 pada Kamis, (16/3/2023) di Aula Student Center Kampus Untirta Sindangsari dalam rangka evaluasi dan persiapan implementasi IKU 6 tahun 2023. Rektor Untirta menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas inisiasi penyelenggaraan Workshop Sikerma terkait dengan penguatan dokumentasi database seluruh aktivitas kerja sama yang ada di seluruh unit di lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. “Ini penting karena merupakan salah satu indikator kinerja utama yang dipantau tiap semester. Faktanya saya yakin di seluruh unit dan prodi di Untirta sudah banyak aktivitas kerja sama. Tapi input data di sistemnya yang perlu disamakan persepsinya. Update seluruh PKS dan dibuat data scan-nya. Upload implementasi kerja samanya supaya secara real time kementerian juga dapat memantau,” imbau rektor. Yayat Hendayana, M.Si selaku Koordinator Umum, Humas, dan Kerjasama Diktiristek Kemdikbudristek yang hadir sebagai narasumber menekankan pentingnya upaya Untirta dalam meningkatkan kerja sama, terutama kerja sama yang termasuk ke dalam IKU 6, dengan memperhatikan tata naskah dinas dan aturan yang berlaku. Hal lain yang juga dianggap penting oleh Yayat di dalam perjanjian kerja sama ialah ruang lingkup kerja sama, jangka waktu kerja sama, hak dan kewajiban kedua belah pihak, keadaan kahar atau force majeur, serta penyelesaian sengketa. “Kerja sama harus mencakup atau memuat beberapa hal. Harus jelas kapan waktu penandatanganan kerja sama tsb. Ini penting karena di dalam Sikerma kami memiliki sistem filtering yg bisa memfilter kerjasama berdasarkan tahun. Filter ini mampu mengecek apakah kerja sama tersebut masih aktif atau tidak,” terangnya. Ia pun menegaskan bahwa perjanjian kerja sama tidak dapat ditandatangani oleh sembarang orang dan atas nama pribadi, tetapi hanya dapat dilakukan oleh sosok yang berwenang mewakili institusi. “Minimal yang bisa menandatangani adalah pimpinan universitas yaitu rektor, wakil rektor, atau dekan. Kepala biro juga diperbolehkan. Yang tidak diperkenankan adalah ketua prodi (kaprodi). Kaprodi di dalam kerja sama disebutkan sebagai pelaksana kerja sama,” jelasnya. Adapun Firman Hidayat, M.Si selaku Subkoordinator Kerjasama Diktiristek Kemdikbudristek memaparkan adanya perbedaan terkait kriteria mitra dan pembobotan mitra kerja sama tahun ini. Kriteria mitra kerja sama yang dimaksud di antaranya, yakni (1) Perusahaan multinasional, yaitu perusahaan yg beroperasi di lebih dr satu negara, (2) Perusahaan nasional berstandar tinggi, yaitu perusahaan yg beroperasi di lebih dari 2 provinsi, (3) Perusahaan teknologi global, (4) Perusahaan rintisan teknologi, (5) Organisasi niralaba kelas dunia, (6) Institusi multilateral, (7) Perguruan tinggi yang masuk dalam daftar QS200 berdasarkan bidang ilmu, (8) Perguruan tinggi, fakultas, atau program studi dalam bidang yang relevan, (9) Instansi pemerintah, BUMN, dan BUMD, (10) Rumah sakit, (11) UMKM, (12) Lembaga riset pemerintah, swasta, nasional, maupun internasional, dan (13) Lembaga kebudayaan berskala nasional/bereputasi. “Tahun sebelumnya untuk IKU 2020-2021, kalau Bapak Ibu melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi atau pemda, nilainya sama, tidak ada bedanya. Kini ada bobot untuk kerja sama berdasarkan jenis mitra dengan mempertimbangkan reputasi mitra. Untuk bobotnya, kerja sama dengan mitra lokal seperti kecamatan dan desa diberi bobot 0,1 – 0,25. Untuk mitra setingkat provinsi, bobotnya 0,25-0,5. Untuk kerja sama dengan mitra nasional, bobotnya 0,5-0,75. Lalu untuk kerja sama dengan mitra internasional, diberi bobot 1,” ungkapnya. Sementara itu, M. Nur Rochim, S.Kom selaku Subkoordinator Manajemen Data Pendidikan Kemdikbudristek yang memaparkan mengenai aplikasi Sikerma memberikan solusi atas ukuran file yang terlalu besar untuk diunggah di aplikasi, yakni dengan mengunggah halaman-halaman tertentu yang memuat informasi penting. “Terkait ukuran file, kita memang ada pembatasan ukuran. Dokumen memang bisa pecah jika dikompres. Yang penting itu nomor, siapa pihak yang bekerja sama, dan sebagainya. Jadi tidak harus semua halamannya dimasukan,” katanya. Sebagai penutup, Subkoordinator Kerja Sama, Ratih Purnamasari, S.E., M.Akt. mengimbau seluruh fakultas dan unit untuk memprioritaskan kerja sama dengan ruang lingkup yang sesuai dengan kriteria IKU 6. “Untuk PKS dan MoA, harus menampilkan unit pelaksananya. Karena jika tidak ada, tidak akan diakui. Bapak ibu dapat meminta template naskahnya kepada kami, sehingga bapak ibu tinggal mengisinya sesuai format,” ujarnya. Ia pun mengingatkan peserta workshop bahwa Implementation Agreement (IA), yakni dokumen yang berisi rincian rencana implementasi kegiatan kerja sama yang telah disepakati dapat didokumentasikan dan diberi nomor yang diperoleh dari subbagian kerja sama. “Setelah PKS ada IA yaitu implementasi dari kerja sama yang dilakukan. Format IA dapat dimintakan ke kerja sama. Tahun ini target kerja sama lebih menitikberatkan pada PKS dan IA jadi mohon kerja sama dari bapak ibu untuk sama sama mensukseskan IKU 6,” imbaunya. Workshop ini dihadiri oleh para wakil rektor, Kepala BAKP, Kepala BUKK, para wakil dekan III fakultas, Wakil direktur III Pascasarjana, Kepala UPT PLI, Koordinator Humas dan Kerja Sama, Subkoordinator Humas dan Protokol, Subkoordinator Program Partnership dan Layanan Administrasi UPT Layanan Internasional, staf Kerja Sama, dan staf Humas Untirta. (SAC/ AAP/ VDF)

Baca Selengkapnya
Untirta Serukan Kolaborasi Kerjasama Hingga ke India 14 Mar 2023 Dipa

Serang — Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) jalin kerjasama dengan PV University India melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bertempat di Ruang Rapat Lt.4 Gedung Rektorat, Kampus Untirta, Sindangsari, Kabupaten Serang, pada Selasa, 14 Maret 2023. Hadir dalam penandatanganan MoU tersebut Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Sistem Informasi, Penguatan Kemitraan dan Layanan Industri, Dr. H. Aceng Hasani, Drs., M.Pd., PV University India, Bhanu Prakash Nunna, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan, Tb. Bahtera R., S.E, M.Si., Dekan Fakultas Hukum, Dr. Agus Prihartono Permana Sidiq, S.H., M.H., Kepala UPT. Layanan Internasional, Dr. Udi Samanhudi, serta dosen dan tendik di lingkungan Untirta. MoU ini merupakan bentuk keseriusan Untirta untuk mengirimkan tenaga pendidik ke kancah Internasional. “Jadi tidak hanya sekedar memberikan kesempatan kepada tenaga pendidik dari luar, melainkan kami (Untirta -red) juga ingin harapannya mengirimkan dosen kesana sebagai narasumber,” ujar Dr. Aceng. Dalam kesempatan tersebut, Bhanu membagikan pengalamannya di India, salah satunya adalah kebijakan hukum yang diberlakukan disana. Fakta menariknya ternyata Bhanu menyampaikan bahwa hukum di negara India juga berkiblat ke Belanda. Sub koordinator Kerjasama, Ratih Purnamasari, S.E., M.Akt., turut menjelaskan bahwa MoU ini merupakan tindak lanjut bagi para dosen yang bisa berkesempatan untuk menjadi narasumber di India (khususnya). Dan berharap bisa memberikan output yang bermanfaat untuk sivitas akademika Untirta khususnya, dan Indonesia pada umumnya. (DAN/AAP/VDF)

Baca Selengkapnya
Untirta Sepakat Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan Serang 10 Mar 2023 admin

SERANG-Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Serang langsungkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Jumat, 10 Maret 2023, di Ruang Rapat Lantai 4 Gedung Rektorat, Kampus Untirta, Sindangsari, Kabupaten Serang. Hadir dalam pendatanganan MoU ini, Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Sistem Informasi, Penguatan Kemitraan dan Layanan Industri, Dr. H. Aceng Hasani, Drs., M.Pd., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) Tb Bahtera Rohimudin, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Hukum Dr. Agus Prihartono Permana Sidiq, S.H., M.H., Kepala BPJS Kesehatan Serang Dasrial, S.E., Ak., M.Si., AAAK., serta jajaran pimpinan dan staf di lingkungan Untirta dan BPJS Kesehatan cabang Serang.Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh sambutan positif dari kedua pihak. Prof. Fatah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama yang dilakukan BPJS Kesehatan cabang Serang dengan Untirta. Lebih lanjut Prof. Fatah berharap semoga MoU ini dapat memberikan manfaat bagi sivitas akademika Untirta, baik melalui program magang ataupun kesempatan lainnya. Sementara Dasrial menyampaikan beberapa program kerja yang dapat mendukung serta menjaga sinergitas bersama. Dalam diskusi hangat tersebut, beliau juga menanggapi berbagai problematika yang ada dari masyarakat umum maupun sivitas akademika Untirta. “Bersama kami mengedukasi, bersosialisasi, dan lebih banyak lagi kami siap menerima banyak keluhan. Ini tentunya merupakan kunci yang penting untuk mempererat kerjasama yang solutif,” tanggapnya.(DAN/AAP/VDF)

Baca Selengkapnya