Serang – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menerima kunjungan dari Universitas Tadulako dalam rangka penandatanganan MoU terkait tridharma perguruan tinggi. Kegiatan dilaksanakan di ruang rapat Rektor Untirta Kampus SIndangsari (7/4). Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik, Pengembangan Inovasi, Pengabdian dan Hilirisasi Riset (WR 1) Dr. H. Agus Sjafari, M.Si, Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Sistem Informasi, Penguatan Kemitraan dan Layanan Industri (WR 4) Dr. H. Aceng Hasani, M.Pd, Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. H. Amar, ST., MT beserta jajaran terkait, Dekan Fakultas Pertanian Untirta Prof. Dr. Ir. Nurmayulis., MP serta jajaran bidang kerjasama dan humas Untirta. WR 4 Untirta Dr. H. Aceng Hasani, M.Pd menyampaikan bahwa Untirta telah lama berhubungan baik bahkan sangat erat dengan Universitas Tadulako. “Untirta merasa senang mendapat kunjungan dari Untad, karena dulu kami berkunjung kesana dan banyak belajar dari Untad”, ujarnya. Ia menambahkan bahwa banyak hal yang dapat dikerjasamakan antara Untirta dengan Untad sesuai dengan kebutuhan pengembangan tridharma perguruan tinggi. “Kami sangat berharap hubungan baik yang telah lama terjalin ini akan terus meningkat demi meningkatkan kualitas Untirta dan Untad, dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak”, pungkasnya. Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Untad Prof. Dr. Ir. H. Amar, ST., MT menyampaikan terimakasih kepada Untirta yang telah mengijinkan tim kerjasama Untad untuk datang ke Kampus baru Untirta Sindangsari. “Melihat Kampus baru Untirta Sindangsari ini sangat luar biasa, sehingga kami sekaligus diminta untuk menggali informasi dan belajar dari Untirta terkait pembangunan kampus baru ini yang menggunakan sumber dana IsDB”, ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi di Untad pasca bencana alam yang menimpa, kerusakan yang terjadi sangat parah. “Perbaikan terus dilaksanakan khususnya untuk sarana pendidikan, sedangkan perkantoran masuk ke perbaikan tahap selanjutnya”, ujarnya. Terkait dengan MoU yang telah disepakati, segera akan di tandatangani oleh Rektor dari kedua belah pihak, sehingga dapat segera dimanfaatkan dalam bentuk perjanjian kerja sama baik tingkat Universitas, Lembaga, Fakultas dan Unit antara kedua belah pihak.
Baca SelengkapnyaRektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Prof. Dr. H. Fatah Sulaiman, ST., MT dan dan Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Dr Asep N. Mulyana, S.H., M.Hum tanda tangani kesepakatan bersama tentang penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha Negara, bertempat di Aula Kejati Banten (1/4). Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Rektor Bidang Kerja sama, Sistem Informasi, Penguatan Kemitraan dan Layanan Industri Untirta Dr. H. Aceng Hasani, M.Pd, Dekan Fakultas Hukum Dr. Agus Prihartono, MH, Koordinator JF Kerjasama dan Humas Veronika Dian Faradisa, SE., MM, sub koord kelompok JF kerja sama Ratih Purnamasari, S.E., M.Akt, sub koordinator kelompok JF humas dan protokol Adhitya Angga Pratama, S.I.Kom dan tim terkait dari Kejati Banten. Prof. Dr. H. Fatah Sulaiman, ST., MT dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama antara Untirta dan Kejati Banten sudah terjalin lama. “pembangunan kampus Untirta Sindangsari sejak tahap persiapan didampingi oleh tim Kejaksaaan Tinggi Banten”, ujarnya. Rektor menyampaikan bahwa sinergitas antara Untirta dengan Kejati Banten harus terus dibangun untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. “Perkembangan ilmu hukum itu sangat dinamis, oleh karena itu kerja sama dalam bidang hukum antara akademisi dengan praktisi hukum harus terus bersinergi”, ungkapnya. Mahasiswa harus mendapatkan bimbingan dari praktisi hukum. “Jadi bukan hanya teori, tapi berbagi pengalaman kondisi realita di lapangan juga menjadi sangat penting untuk bekal mahasiswa”, pungkasnya. Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Dr Asep N. Mulyana, S.H., M.Hum dalam pidatonya menyampaikan bahwa Kejati Banten dan Untirta harus saling menguatkan dalam berbagai lini yang dapat dikerjasamakan sesuai aturan yang berlaku. “Saya mengucapkan terimakasih kepada Untirta, dan berharap kerjasama ini tidak sampai di sini saja, tapi tentu bagaimana hal lebih lanjutnya untuk merealisasikan berbagai kerja sama melakukan langkah-langkah konkret untuk kemajuan kedua institusi, dan bermanfaat bagi masyarakat Banten khususnya dan Indonesia pada umumnya”, pungkasnya.
Baca SelengkapnyaSERANG (30/03/2021) – Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Prof. Dr. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T dan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Banten, Drs. H. Mohammad Masduki, M.Si. sepakat menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dalam Bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, Tri Bina Gerakan Pramuka, dan bidang Kegiatan Pembinaan Kemahasiswaan dengan Penguatan Pendidikan Karakter melalui Gerakan Pramuka. Acara penandatanganan yang dilaksanakan di Gedung Rektorat Kampus Untirta Sindangsari ini dihadiri pula oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Sistem Informasi, Penguatan Kemitraan dan Layanan Industri Untirta, Dr. H. Aceng Hasani, Drs., M.Pd; Wakil Rektor Bidang Akademik, Pengembangan Inovasi, Pengabdian dan Hilirisasi Riset Untirta, Dr. H. Agus Sjafari, S.Sos., M.Si; Wakil Ketua Kwarda bidang Orgakum, H. Mas Iman Kusnandar; Sekretaris dan Wakil Sekretaris Kwarda Banten; Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Untirta, Drs. Mochamad Ganiadi, M.M.; Kepala Pusdiklatda Banten; Kepala Sekretariat Kwarda Banten; Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional Bidang Kerja Sama dan Humas, Veronika Dian Faradisa, S.E, M.M.; Sub Koordinator Kelompok JF Kerja Sama, Ratih Purnamasari, S.E., M.Akt.; Andalan Saka; Ketua Dewan Kerja Kerja Daerah Banten; serta staf kerja sama dan humas Untirta. Rektor Untirta, Prof. Dr. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T menganggap kerja sama ini penting untuk menguatkan aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang selama ini dilaksanakan Untirta. “Tentu saya sudah melihat komitmen bersama yang dituangkan dalam MoU. Saya kira ini sangat strategis. Kerja sama ini penting, terutama untuk penguatan aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kami terapkan dengan mandatory Kampus Merdeka. Mudah-mudahan menghasilkan kegiatan-kegiatan yang menempa Sumber Daya Manusia yang unggul sesuai dengan karakter yang telah menjadi komitmen” Ungkapnya. Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Banten, Drs. H. Mohammad Masduki, M.Si menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas untuk mewujudkan tujuan gerakan pramuka untuk mewujudkan tujuan gerakan pramuka, yakni membentuk insan-insan pramuka beriman dan bertakwa, berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, sopan, santun, dan taat hukum. Beliau pun menekankan bahwa pembina pramuka haruslah sesuai dengan kriteria-kriteria khusus dan dipadukan dengan ketentuan-ketentuan yang ada di perguruan tinggi. “Berbicara bagaimana pramuka ke depan, tetap yang harus kita bina adalah meningkatkan kualitas. Di Untirta inilah kami harapkan ada kader-kader Pembina yang bisa membina anak-anak bangsa. Bagaimana ke depannya di Untirta ini bisa betul-betul ditampilkan suatu aktivitas gerakan pramuka yang bisa mendidik calon-calon Pembina Pramuka karena pada dasarnya gerakan pramuka mendukung dan membantu program-program pemerintah dalam rangka menciptakan anak-anak yang berkarakter.” Terangnya.Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa keterbatasan gugus depan dalam membina banyak mahasiswa dapat disiasati dengan membentuk racana-racana dan ambalan-ambalan di Untirta. “Gugus depan kan cuma satu, jadi tidak mungkin bisa menangani begitu banyaknya mahasiswa. Oleh karena itu, kami akan mencoba mensiasati agar di setiap kampus atau fakultas ada racana-racana dan ambalan-ambalan yang bisa kita gerakan untuk bisa beraktivitas.” Harapnya. (Humas – Sekar)
Baca SelengkapnyaUntirta bersama IGVIM Banten sepakat menjalin kerjasama dan penandatanganan Nota Kesepahaman diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Sistem Informasi, Penguatan Kemitraan dan Layanan Industri Dr. H. Aceng Hasani, Drs., M.Pd. dengan Ketua DPW IGVIM Banten Fitrawati. R., M.Pd., Rabu(23/3/2021), selain acara Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju (PW IGVIM) dilanjutkan ke acara Webinar Bilateral Indonesia- Malaysia dengan menghadirkan lima orang Narasumber Widyaswara BBPPMPV BOE Malang Dr. Miftahu Soleh, M.Sc., Bahagian Pendidikan Latihan Teknik dan Voasional Kementerian Pelajaran Malaysia Abdul Rahman., Kepala TU KSOP Kelas 1 Banten Drs. Roy Kasiono, M.Sc., Dewan Pakar DPW dari PT. Astra Daihatsu Motor M. Ismail Mudjsa., Direktur Bidang Pengembangan Program PT. MAK Karawang H. Chaerudin, S.Pd., MM, seluruh peserta yang dilaksanakan dikantor DPW IGVIM Banten secara Hybride, dengan Tema Adaptasi Membangun Budaya Kerja yang Diharapkan IDUKA Dalam Rangka Menghadapi Tantangan Global.Dalam sambutannya Dr. H. Aceng Hasani mengucapkan “Kita merasa bersyukur bahwa pada periode kabinet Indonesia Maju ke-2 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bersatu kembali dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, kemendikbud juga menambah satu Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Hal ini, dapat kita tafsirkan sebagai itikad baik pemerintah untuk melangkah maju untuk mendidik anak – anak kita lebih dekat, lebih akrab dengan dunia kerja. Sebagaimana kita ketahui angka pengangguran Indonesia saat ini 2020 sekitar 6 %, angka ini juga termasuk disumbang dari lulusan SLTA (SMK) dan lulusan perguruan tinggi. Oleh karena itu mendikbud membuat program Merdeka Belajar di Universitas dikenal dengan MBKM dan di SMK terdapat program SMK Unggulan terdiri atas Bentuk dukungan bagi program SMK Pusat Unggulan (Mendikbud Nadiem Makarim), Mewujudkan manajemen dan pembelajaran berbasis dunia kerja yaitu dalam Penguatan SDM, Pembelajaran kompetensi siap kerja, Penguatan aspek prkatik pada siswa yang dilakukan dengan dana hibah, Manajemen berbasis data dan Pendampingan yang oleh Perguruan Tinggi.”tutur beliauKemudian Pemaparan singkat sebagai Ketua DPW IGVIM Apresiasi dengan acara yang diadakan selain bersilaturahmi kita bersama bersinergi dengan bertujuan bersama kita kuat, Vokasi Indonesia kuat guna menguatkan dan memajukan Indonesia maju, sebagai tempatnya sharing, seni dan peningkatkan mutu keterampilan IGVIM. Tak lupa terucap kata selamat kepada Dewan Pengurus yang dilantik dan pentingnya cara dilaksanakan untuk membina kita semua menjadikan manusia menjadi orang berprofesi guru kejuruan dengan mendukung upaya pengkontrol dan penjaminan kualitas guru yaitu dengan meningkatkan keterampilan, mempunyai karakter, bermartabat dan maju sebagai implementasi Program Merdeka Belajar.
Baca SelengkapnyaUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa mendapat kunjungan dari Mabes Polri dalam rangka menjajaki kerjasama antar kedua belah pihak, kunjungan bertempat di ruang rapat Rektorat kampus sindangsari Untirta (25/2). Rektor Untirta menyampaikan selamat datang dan apresiasi atas inisiatif dan proaktif dari keluarga besar Polri untuk melakukan insiasi penjajakan kerjasama antara Polri dengan Perguruan Tinggi. “Kami sudah lama bekerjasama dengan Polda Banten dalam berbagai hal yang sudah banyak menghasilkan manfaat bagi kedua belah pihak”, ujar Rektor. Rektor juga menjelaskan tentang profil Untirta untuk penguatan kemitraan. “Untirta sangat terbuka bagi beraram kerjasama multi disiplin, nanti di bawah koordinasi WR 4”, imbuhnya. Rektor berharapp bahwa kerjasama ini segera dapat terwujud. “Jika dimungkinkan saya ingin penandatanganan kerjasama ini disaksikan langsung oleh Kapolri”, harap Rektor. Kombes. Desi perwakilan dari Mabes Polri bagian kebijakan pendidikan dan pelatihan menyampaikan bahwa maksud tujuan mengunjungi Untirta yaitu untuk membangun kerjasama dan sinergitas Mabes Polri dengan berbagai elemen lembaga. “Disamping sisi Polri yang terlihat dilapangan, kami ada di belakang layar dalam kaitan mengembangakan SDM Polri, untukmemberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat”, ujarnya. Beliau menambahkan bahwa kerjasama yang dilakukan Polri dengan seluruh perguruan tinggi tidak hanya sebatas payung hukum. “Kami dari pusat ingin melihat sejauh mana implementasi kerjasama yang telah dilakukan sehingga dapat bermanfaat”, ungkapnya. Draf MoU yang sudah dibuat akan disempuranakan dengan memasukan unsur Kampus Merdeka Merdeka Belajar agar selaras dengan arah pendidikan di Indonesia saat ini. Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor 4, Dekan Hukum dan Fisip, Perwakilan dari bagian kerjasama Mabes Polri, Koordinator Kerjasama dan Humas, Sub Koordinasi Humas dan Protokoler serta staf terkait.
Baca SelengkapnyaWorkshop Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) hasil kerjasama antara Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dengan Universitas Primagraha (UPG) memasuki hari kedua. Kegiatan yang dilaksanakan oleh LP3M dari kedua kampus ini diikuti oleh 132 peserta. (16/2) Dr. Syihabudin, M.Si memberikan materi pertama dengan tema teori dan motivasi belajar. Beliau menjelaskan tentang mazhab/teori pembelajaran. “Salah satu teori yaitu teori konstruktif analoginya seperti membuat bangunan, kita harus siap semuanya, RPS, bahan ajar sampai referensinya”, ujarnya. Beliau juga memaparkan bahwa motivasi belajar menjadi hal penting agar peserta didik semangat. “Pembelajaran itu harus aktif dua arah, kreatif, inovatif, gembira, dan berbobot”, tambahnya. Selain itu beliau mengungkapkan bahwa motivasi disesuaikan dengan kondisi, bidang dan tingkat kesulitan yang dihadapi peserta didik, kemampuan yang dimilikinya, dan tujuan yang akan dicapai. Rektor Untirta Prof. Dr. H. Fatah Sulaiman, ST., MT sebagai pemateri kedua menyampaikan tentang adaptasi kurikulum di Perguruan Tinggi. Beliau menyampaikan bahwa definisi kurikulum pendidikan tinggi yaitu seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi. “Tahapan penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dimulai dari tahap perancangan kurikulum, tahap perancangan pembelajaran dan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa”, ujar Rektor. Beliau juga menjelaskan tentang skema proses penyusunan kurikulum dan merdeka belajar : kampus merdeka. Pada akhir materi beliau menggambarkan bahwa kurikulum pendidikan tinggi mencerminkan pendidik yang memiliki jiwa profesionalisme, kesungguhan, spirit dan tanggung jawab, sedangkan untuk lulusan yang dihasilkan dapat menjadi lulusan yang bermutu, adaptif, , kompetitif dan unggul. Setelah materi Rektor, workshop dilanjutkan dengan materi tentang publikasi hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Yayat Ruhiyat, M.Si. Diawal materi, beliau memaparkan tentang ragam proses belajar. Kemudian beliau juga menjelaskan tentang perbedaan pembelajaran daring dan luring. “Khusus pada aspek publikasi hasil penelitian terkait fungsi meliputi sarana komunikasi akademik, penyebaran (desiminasi) hasil penelitian, pengembangan budaya akademik, pertukaran informasi untuk menghasilkan ide-ide baru, dan untuk manfaat diantaranya meningkatkan visibility (keterbacaan), untuk menyelesaikan studi dan pengembangan karir/fungsional”, ujarnya. Workshop hari kedua diakhiri dengan tugas mandiri dan berakhir pada Pukul 21.45 WIB. Seperti diinformasikan sebelumnya bahwa kegiatan PEKERTI ini akan dilaksanakan sampai dengan Hari Jum’at, 19 Februari 2021.
Baca Selengkapnya